Berakar pada Budaya, Bertumbuh dalam Kebersamaan, Berkarya untuk SesamaANA WE: Satu Hati – Menyama Braya.

- Wartawan

Tuesday, 23 June 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuhan Ketua dan Badan Pengurus Sub Unit Ana We Bali Masa Bakti 2026–2029 berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan pada Minggu, 21 Juni 2026, di Sekretariat Ana We, Jl. Kediri Gg. Ksatria III, Tuban, Kuta.

Acara diawali dengan penyambutan Ketua Umum IKADA Bali beserta jajaran pengurus melalui pengalungan selendang (sall) di halaman Perum PAN oleh Ketua Ana We periode 2022–2025, Bapak Symphronius Lodovicus Dhulo (akrap disapa Ivan Dhulo), didampingi para pawang cantik. Suasana semakin meriah dengan tarian Ja’i yang mengantar para tamu memasuki Ruang Serbaguna yang telah ditata apik oleh tim dekorasi di bawah koordinasi Sekretaris Umum Ana We Bapak Yaphi Tiwu.

Rangkaian acara dipandu dengan hangat dan penuh semangat oleh Bapak Frangky Doi sebagai Master of Ceremony, sehingga seluruh prosesi berlangsung lancar dan tertata baik.

Kegiatan dibuka dengan penampilan Trio Girls Dance (Ketty: anak Ngada, Kidon & Emili: cening Bali). Performence dahsyat dengan kelenturan seluruh anggota badan menghipnotis tamu undangan sampai-sampai banyak pasang mata enggan berkedip.

 

Selanjutnya, Sekretaris Umum Ana We memimpin doa pembuka sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon penyertaan Tuhan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh berkat.

Sebelum memasuki prosesi pelantikan Ketua Terpilih Sub Unit Ana We Bali, Bapak Philipus Joseph Jaga, oleh Ketua Umum IKADA Bali, Bapak Herman Joseph Siu Ngadha, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air di kalangan para perantau.

Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Nomor 02/SK/IKADA BALI/VI/2026 oleh Sekretaris Umum IKADA Bali, Bapak Paulus Grsianus Seo, yang sekaligus membacakan susunan Badan Pengurus Sub Unit Ana We Bali Masa Bakti 2026–2029.

Kemudian disusul Sambutan. Kesempatan pertama diberikan kepada Bapak Symphronius Lodovicus Dhulo, akrap disapa Ivan Dhulo (Ketua Demisioner, sekaligus salah satu perintis ’embrio’ Ana We bertumbuh). “Momen hari ini bukan hanya tentang Pelantikan Pengurus Ana We yang baru. Tetapi juga tentang perjalanan, tentang persahabatan, tentang mimpi sederhana yang akhirnya bertumbuh menjadi rumah banyak orang. Ana We dalam bahasa Bajawa artinya orang-orang yang pergi merantau, manusia perantau. Meninggalkan kampung halaman untuk menjemput masa depan yang lebih baik. Kita semua tentu memiliki cerita yang sama: Kita meninggalkan rumah, meninggalkan keluarga, meninggalkan kampung halaman dan tanah kelahiran, kita merantau dengan mimpi dan perjuangan masing-masing. Namun di tanah rantau ini kita menemukan seauatu yang lebih berharga daripada sekedar pekerjaan/kehidupan. Kita menemukan keluarga. Mungkin ada yang bertanya: Darimana Ana We berasal? Ana We tidak lahir dari ruang rapat, Ana We tidak lahir dari AD/ART, Ana We tidak lahir dar proposal dan progran kerja. Tetapi Ana We lahir dari “nalo”. Lahir dari kebiasaan sederhana: berkumpul bersama, duduk melingkar, bercerita, bercengkrama, sedikit berdebat, banyak berdebat, bertengkar tanpa ujung. Kadang di Artur Cafe, kadang di kebun ubi Unud, kadang di rumah Lorenzo, kadang di perumahan PAN, kadang di pesta-pesta keluarga, bahkan kadang di pekuburan, juga kadang di tempat-tempat lain yang mungkin hari ini kita sudah lupa”. Hal lain yang juga disampaikan bahwa Ana We sejak awal tidak terlalu sibuk bertanya terkait asal daerah tapi lebih kepada rasa persaudaraan. Persaudaraan tentu bukan hanya kata-kata pemanis bibir tetapi dikonkritkan dalam tindakan. Lahir gagasan menyulam komitmen yang terorganisir tepatnya setelah Civid-19. Sebuah wadah yang hadir ketika ada kesulitan anggota, hadir ketika ada anggota yang sakit, hadir ketika ada yang berduka, hadir ketika ada yang membutuhkan pertolongan. Saat itu kami sepakat menunjuk almarhum Fredi Nono sebagai Ketua. Beliau sosok yang dicintai semua orabg. Sosok yang mampu merangkul dan mempersatukan. Namun Tuhan memiliki rencana yang berbeda sebelum Ana We resmi berdiri sebagai Sub Unit. Kepergian beliau meninggalkan duka untuk kita semua, tetapi saya percaya semangat yang almarhum tanamkan tetap hidup sampai hari ini. Pada tanggal 22 September 2022 Ana We resmi dikukuhkan oleh IKADA Bali. Saya mendapat kehormatan menjadi Ketua perdana. Kami menyadari Ana We bukanlah organisasi yang sempurna, tetapi sebagai rumah bersama, rumah para perantau, rumah bagi mereka yang ingin saling menjaga. Karena sejak awal terbangun dari persahabatan para perantau, maka keanggotaan berkembang secara alami , menjadi beragam dan multi-etnis. Keberagaman ini bukan sesuatu yang dirancang atau dicari-cari. Keberagaman ini lahir dari realitas kehidupan kita di Bali. Namun, para pendiri menyadari Ana We harus memiliki akar yang kuat, tidak boleh tercabut dari nilai-nilai budaya yang melahirkannya. Karena itu secera kelembagaan Ana We bernaung di bawah IKADA Bali sebagai salah satu Sub Unit. Selain karena sebagian besar anggota berasal dari Ngada (80 %) kami percaya bahwa IKADA Bali adalah rumah besar kita bersama. Tempat kita menjaga identitas, menjaga budaya dan menjaga persaudaraan keluarga Ngada di tanah rantau”, ujarnya.

Pesan sarat makna yang merangsang membentuk karakter, memberikan semangat, dan menginspirasi datang dari Bapak Sensi Dore selaku perwakilan Orangtua/Penasehat IKADA pun lingkaran Sub Unit Ana We dalam sepata dua katanya: Kami tentu mensuport selagi kita terbingkai taglina “Ana We: Satu Hati – Menyama Beraya”. Esensi menyama beraya sepadan dengan filosofi kita: “Su’u paa Suru-sa’a papa laka”. Jadi, One Hurt-Together We Can.

Dalam konteks kita, Sub Unit mana pun yang bernaung di bawa ‘rumah besar’ IKADA Bali ketika kesadaran melekat pada prinsip kebersamaan segala sesuatu bisa diselesaikan.”

 

Pergi ke pasar membeli mangga – Singgah sebentar membeli jamu.

Selamat datang warga dan undangan – Bersama kita menyambut pemimpin yang baru”.

Demikian pantun menarik disampaikan Ketua Ana We, Bapak Philipus Joseph Jaga ketika tiba giliran menyampaikan sepata dua kata. Ada pengakuan yang tulus. Setelah mendengar napak tilas yang disampaikan Ketua Demisioner, “nyaris jatuh air mata hanya bisikan Ketua 1 IKADA Bali, Bapak Fancy Weti bisa meyakinkan dirinya: apa pun yang terjadi Ana We harus tetap bertumbuh”.

 

Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan organisasi ke depan adalah membangun sense of belonging atau rasa memiliki di antara seluruh anggota.

“Apa pun program yang kita jalankan hanya dapat berhasil jika kita memiliki rasa memiliki terhadap Ana We. Karena itu seluruh program ke depan harus berjalan seiring dan bersinergi dengan IKADA Bali sebagai payung organisasi kita.”

Ketua Umum IKADA Bali, Bapak Herman Joseph Siu Ngadha ketika diminta untuk menyampaikan sepatah kata dua, poin pertama “memberikan apresiasi kepada Ketua, jajaran Pengurus Ana We periode 2022 – 2025 yang sudah membangun jembatan komunikasi dengan pengurus IKADA dalam menyelaraskan/menyatukan visi dan misi paguyuban suka -duka, sehingga hari ini Ana We hadir dengan wujud yang berbeda. Ana We saat ini sudah terbentuk, menjadi kuat karena sebuah perjalanan panjang. Juga Ketum sempat membuka lembaran masa lalu, yang tidak terlupakan ketika beliau datang ke Bali di tahun 1999 dalam mana rumah pertama yang didatangi, rumah Bapak Ivan Dhulo dan Mama Mia. Banyak hal positif dan menginspirasi, yang saya tan tangkap dari para senior yang memiliki figthing spirit.

Untuk Ketua Ana We dan jajaran pengurus yang sudah dilantik Ketum mengajak untuk berjalan beriringan dengan Pengurus paguyuban IKADA. “Jika kita temukan kekuarangan itu menjadi kekurang kita bersama dan jika ada kelebihan itu juga menjadi kebanggan kita bersama”. Lebih lanjut disampaikan, “Saya hadir di tempat ini untuk megajak kita semua untuk jaga ‘go waka’ kita, jaga ‘go ngasa’ kita isi Ngada. Walaupun saya tahu banyak anggota Ana We yang berasal dari daerah lain. Situasi ini lebih kurang sama dengan Sub Unit lain: Boba Ezso, Tanbora, termasuk IKJ banyak anggota dari daerah luar Ngada, tetapi berkomitmen gabung di salah satu paguyuban dibawah IKADA Bali. Di sana ada beberapa hal yang menjadi komitmen bersama kita terkait keberlangsungan IKADA Bali hari ini dan IKADA ke depanya setelah kepengurusan kami berakhir”.

Setelah seluruh rangkaian resmi selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan duduk melingkar dalam suasana penuh keakraban. Tradisi kebersamaan yang menjadi ciri khas Ana We kembali terasa hangat, serentak peristiwa Kana dihadirkan kembali dengan ditandai ‘anggur berkualitas’ melimpah yang digandakan Orangtua Ana We: Om Sensi Dore, Om Flory, Om Frangky, Om Boy, Om Buang, Om Yopi Rande, etc.., sekaligus menegaskan bahwa organisasi ini bukan sekadar wadah formal, melainkan rumah bagi para perantau yang saling menjaga dan menguatkan.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan Ana We semakin kokoh dalam mengemban semangat:

“Berakar pada Budaya, Bertumbuh dalam Kebersamaan, Berkarya untuk Sesama.

Orangtua, Pengurus dan anggota Sub Unit Ana We Bali bersama Ketua Umum IKADA Bali dan jajaran pengurus usai Pengukuhan Ketua dan Badan Pengurus Masa Bakti 2026–2029.

📸 *Dokumentasi*: Biro Media dan Informasi – Bapak Ovan yang selalu mengntip pergerakan Ketum dan jajaran Pengurus IKADA Bali .

 

Red: Bram.s

Berita Terkait

Hashim Sebut Penguatan Polhut Tarik Perhatian Prince William
Ikatan Keluarga Tana Righu Bali  Gelar Pelantikan  Pengurus Masa Bakti 2026-2029,Yosua Umbu Kaleka Resmi Dikukuhkan Jadi Ketua Umum.
Polda Bali Gelar Apel Kesiapan Ops Gapura Agung III, Amankan Pertemuan Internasional Transboundary Haze Pollution ke-27 di Nusa Dua.
Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bali Gelar Penampilan Wayang Cenk Blong.
Menko Pangan Menyampaikan Regulasi Menhut Raja Juli Percepat Perdagangan Karbon Kehutanan.

Berita Terkait

Tuesday, 7 July 2026 - 15:13 WIB

Hashim Sebut Penguatan Polhut Tarik Perhatian Prince William

Tuesday, 7 July 2026 - 13:04 WIB

Ikatan Keluarga Tana Righu Bali  Gelar Pelantikan  Pengurus Masa Bakti 2026-2029,Yosua Umbu Kaleka Resmi Dikukuhkan Jadi Ketua Umum.

Tuesday, 7 July 2026 - 11:50 WIB

Polda Bali Gelar Apel Kesiapan Ops Gapura Agung III, Amankan Pertemuan Internasional Transboundary Haze Pollution ke-27 di Nusa Dua.

Tuesday, 7 July 2026 - 11:46 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bali Gelar Penampilan Wayang Cenk Blong.

Tuesday, 7 July 2026 - 11:02 WIB

Menko Pangan Menyampaikan Regulasi Menhut Raja Juli Percepat Perdagangan Karbon Kehutanan.

Tuesday, 7 July 2026 - 09:40 WIB

Tuesday, 7 July 2026 - 07:19 WIB

Tuesday, 7 July 2026 - 06:51 WIB

Menhut Sampaikan Kepemimpinan Presiden Prabowo Wujudkan Perdagangan Karbon Kehutanan.

Berita Terbaru

Berita

Hashim Sebut Penguatan Polhut Tarik Perhatian Prince William

Tuesday, 7 Jul 2026 - 15:13 WIB