Kendal, radarbalinews.com- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN-MIT) ke-21 UIN Walisongo Semarang menyalurkan 200 mushaf Al-Qur’an ke Desa Rowosari, Kecamatan Limpung, pada Kamis, 26 Februari 2026.
Lewat aksi ini, mereka ingin memperkuat rutinitas keagamaan warga dan menyemarakkan Ramadan dengan gerakan nyata.
Tim KKN mengangkat program bertajuk “Tebar Mushaf Ramadhan: Cahaya Al-Qur’an untuk Negeri.” Mereka menggandeng Yayasan Al-Fatihah melalui program Ekspedisi Quran untuk memastikan bantuan sampai ke penerima yang tepat.
Mahasiswa menyalurkan 200 mushaf ke 4 masjid dan 18 musholla di Desa Rowosari. Setiap masjid menerima 10 mushaf, sedangkan setiap musholla mendapatkan 7 mushaf. Tim juga menyerahkan mushaf kepada TPQ dan jamaah yang membutuhkan tambahan Al-Qur’an.
Angkat Semangat Nuzulul Qur’an
Penanggung jawab program, Mukhammad Yoga Putra Dianto, memilih tema tersebut karena ingin menghidupkan kembali semangat Nuzulul Qur’an di bulan Ramadan.
“Sebuah gerakan berbagi Al-Qur’an yang dilaksanakan di bulan suci Ramadhan sebagai isyaroh memperingati atas turunnya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an),” ujar Yoga.
Ia menegaskan, tim KKN tidak hanya fokus pada distribusi mushaf. Mereka juga ingin mendorong warga agar lebih rajin membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Yoga mengingatkan pesan Rasulullah dalam hadis riwayat Bukhari:
“Khoirukum man ta’allamal Qur’aana wa ‘allamahu — sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” (HR. Sahih al-Bukhari).
Tim KKN memilih mushaf wakaf ukuran A5 terbitan Halim Qur’an dengan desain dominan ungu dan terjemahan bahasa Indonesia. Warga bisa langsung memakainya untuk tadarus, kajian, maupun kegiatan belajar di TPQ dan majelis taklim.
Di dalam mushaf, tercantum nama wakif, tanggal wakaf, serta doa yang menjadi harapan para muwakif. Halaman awal juga memuat informasi lengkap tentang Yayasan Al-Fatihah beserta kontak yang bisa dihubungi. Tim menyediakan tautan wakaf agar masyarakat yang ingin ikut berbagi bisa langsung berpartisipasi.
Harap Jadi Amal Jariyah yang Terus Mengalir
Pada malam perpisahan KKN MIT ke-21 Posko 12 di Dusun Adiloko, tim menyerahkan mushaf secara simbolis kepada perwakilan desa. Keesokan harinya, mahasiswa langsung mengantar seluruh mushaf ke masjid dan musholla agar warga bisa segera menggunakannya.
Yoga berharap setiap huruf yang terbaca dari mushaf tersebut menghadirkan pahala bagi para donatur dan penerima.
“Harapan kami, setiap huruf yang dibaca dari mushaf yang dibagikan ini menjadi pahala yang terus mengalir bagi para donatur dan juga penerimanya. Semoga Al-Qur’an ini tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia juga mengajak para penerima manfaat untuk mendoakan para wakif agar Allah membalas kebaikan mereka dengan keberkahan dan menjadikannya amal jariyah yang tak terputus.
Lewat gerakan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo menunjukkan bahwa aksi sederhana dengan niat tulus bisa memberi dampak besar bagi kehidupan spiritual masyarakat.
Editor : Faiza Sasikirana






