Tabanan, Bali – 31 Mei 2026
Dalam upaya mempererat tali persaudaraan dan memperkuat kebersamaan antarwarga perantauan, Ikatan Keluarga Tanarighu Bali (IKTR Bali) menggelar Turnamen Futsal “MANUMADA CUP I 2026” di Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (31/5/2026).
IKTR Bali merupakan organisasi paguyuban sekaligus wadah silaturahmi bagi masyarakat diaspora asal Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, yang menetap di Pulau Bali. Organisasi ini secara aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, budaya, seni, hingga olahraga guna memperkuat kebersamaan, melestarikan nilai-nilai leluhur, serta membangun solidaritas antaranggota di tanah rantau.
Saat tiba di lokasi turnamen, awak media disambut langsung oleh Ketua IKTR Bali, Joshua Umbu Kaleka, bersama jajaran pengurus inti dan panitia pelaksana.
Dalam keterangannya, Joshua Umbu Kaleka menjelaskan bahwa nama “MANUMADA” diambil dari nama salah satu desa di wilayah Tanarighu.
“Turnamen ini merupakan yang pertama kali kami selenggarakan. Harapan kami, MANUMADA CUP dapat menjadi agenda tahunan sekaligus wadah pembinaan atlet-atlet muda. Melalui kegiatan ini, generasi muda IKTR dapat menyalurkan bakat dan mengembangkan hobi di bidang olahraga futsal,” ujarnya.
Menurut Joshua, meskipun peserta turnamen saat ini masih didominasi oleh warga IKTR sendiri, ke depan kegiatan tersebut diharapkan dapat berkembang lebih luas dan melibatkan peserta dari berbagai komunitas.
Susunan Pengurus Inti IKTR Bali
Adapun susunan pengurus inti IKTR Bali yang akan dikukuhkan secara resmi pada Juni 2026 mendatang adalah sebagai berikut:
- Ketua IKTR Bali: Joshua Umbu Kaleka
- Sekretaris Umum: Andy Lendhe
- Ketua Bidang Olahraga: Daud Umbu Dedo
- Bendahara: Maria Wini Malipa
- Ketua Garda (Keamanan): Victorius Ngongo
Sementara itu, kepanitiaan Turnamen MANUMADA CUP I 2026 terdiri dari:
- Ketua Panitia: Melkianus Pandango
- Ketua Unit Desa Manumada: Nikodemus Saingo
- Sekretaris Bidang Olahraga: Ardianus Mesa
- Sekretaris Bidang Olahraga: Istonius Lende
Filosofi Logo IKTR Bali
IKTR Bali juga memiliki logo yang sarat makna dan filosofi budaya. Logo berbentuk perisai berwarna emas melambangkan perlindungan, kekuatan, persatuan, serta kehormatan masyarakat Tanarighu di perantauan.
Di bagian tengah terdapat gambar ayam jantan yang menjadi simbol keberanian, kehormatan, ketangguhan, dan identitas masyarakat Sumba. Dalam budaya Sumba, ayam jantan memiliki nilai penting dalam berbagai upacara adat sebagai simbol persaudaraan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap leluhur.
Secara keseluruhan, logo IKTR Bali mengandung pesan bahwa meskipun berada jauh dari kampung halaman, masyarakat Tanarighu tetap menjaga persatuan, nilai budaya, serta kehormatan leluhur.
Junjung Sportivitas dan Jaga Kerukunan
Sebelum pertandingan dimulai, seluruh tim peserta mengikuti pengarahan dari panitia dan jajaran pengurus. Dalam kesempatan tersebut, para peserta diingatkan untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kekompakan selama kompetisi berlangsung.
Ketua IKTR Bali juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik, baik di lingkungan internal organisasi maupun dengan masyarakat sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Seluruh anggota IKTR Bali wajib menjaga silaturahmi, baik dengan keluarga besar IKTR maupun dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggal. Kita juga wajib ikut membangun dan menjaga keamanan Pulau Bali. Seperti pepatah, ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tinggi’,” tegas Joshua Umbu Kaleka.
Melalui penyelenggaraan Turnamen Futsal MANUMADA CUP I 2026, IKTR Bali berharap dapat terus mempererat rasa persaudaraan, menumbuhkan semangat olahraga, serta memperkuat kontribusi positif masyarakat Tanarighu di tengah kehidupan bermasyarakat di Pulau Bali.
(Red)






