ANA WE Bali Kukuhkan Pengurus Baru Masa Bakti 2026–2029

4 minutes reading
Tuesday, 23 Jun 2026 14:25 11 redaksi

Kuta,radarbalinews.com– Suasana penuh kekeluargaan dan semangat persaudaraan mewarnai acara Pengukuhan Ketua dan Badan Pengurus Sub Unit Ana We Bali Masa Bakti 2026–2029 yang berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026, di Sekretariat Ana We, Jalan Kediri Gang Ksatria III, Tuban, Kuta.

Mengusung tema “Berakar pada Budaya, Bertumbuh dalam Kebersamaan, Berkarya untuk Sesama” serta tagline “ANA WE: Satu Hati – Menyama Braya”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam melanjutkan perjalanan organisasi para perantau yang bernaung di bawah IKADA Bali.

Acara diawali dengan penyambutan Ketua Umum IKADA Bali beserta jajaran pengurus melalui prosesi pengalungan selendang (sall) di halaman Perumahan PAN. Penyambutan dilakukan oleh Ketua Ana We periode 2022–2025, Symphronius Lodovicus Dhulo (Ivan Dhulo), didampingi para pawang. Suasana semakin semarak dengan tarian Ja’i yang mengantar para tamu menuju ruang serbaguna yang telah dipersiapkan dengan baik oleh panitia di bawah koordinasi Sekretaris Umum Ana We, Yaphi Tiwu.

Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Frangky Doi selaku Master of Ceremony yang membawakan kegiatan dengan hangat dan penuh semangat. Acara pembuka dimeriahkan oleh penampilan Trio Girls Dance, yang terdiri dari Ketty, Kidon, dan Emili, yang sukses memukau para tamu undangan melalui penampilan energik dan atraktif.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin Sekretaris Umum Ana We sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon penyertaan Tuhan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan penuh berkat.

Sebelum prosesi pelantikan Ketua Terpilih Sub Unit Ana We Bali, Philipus Joseph Jaga, seluruh peserta berdiri bersama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus kecintaan terhadap tanah air di tengah kehidupan para perantau.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum IKADA Bali, Herman Joseph Siu Ngadha, diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Nomor 02/SK/IKADA-BALI/VI/2026 oleh Sekretaris Umum IKADA Bali, Paulus Grsianus Seo, yang sekaligus membacakan susunan Badan Pengurus Sub Unit Ana We Bali Masa Bakti 2026–2029.

Dalam sambutannya, Ketua Demisioner Ivan Dhulo menyampaikan refleksi perjalanan panjang lahir dan bertumbuhnya Ana We. Menurutnya, Ana We bukan lahir dari ruang rapat, melainkan dari kebersamaan para perantau yang sering berkumpul, berdiskusi, berbagi cerita, serta saling menguatkan dalam suka dan duka.

“Ana We lahir dari persahabatan. Dari kebiasaan sederhana berkumpul bersama, duduk melingkar, berbagi cerita dan perjuangan hidup sebagai perantau. Di tanah rantau ini, kita menemukan sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar pekerjaan, yaitu keluarga,” ungkapnya.

Ia juga mengenang almarhum Fredi Nono, sosok yang menjadi inspirasi dan tokoh pemersatu dalam perjalanan awal pembentukan organisasi. Meski berpulang sebelum Ana We resmi berdiri sebagai Sub Unit IKADA Bali, semangat dan nilai-nilai yang diwariskannya tetap hidup hingga saat ini.

Ivan Dhulo menegaskan bahwa keberagaman anggota Ana We yang berasal dari berbagai latar belakang etnis merupakan realitas kehidupan perantau di Bali. Namun demikian, Ana We tetap berakar kuat pada budaya Ngada dan secara kelembagaan bernaung di bawah IKADA Bali sebagai rumah besar bersama.

Sementara itu, mewakili para orang tua dan penasihat, Sensi Dore menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan Ana We selama tetap berpegang pada semangat persaudaraan dan kebersamaan.

“Kami mendukung selama kita tetap terbingkai dalam tagline ‘Ana We: Satu Hati – Menyama Braya’. Filosofi kita jelas, yakni Su’u Paa Suru, Sa’a Papa Laka; bersama-sama kita mampu menghadapi segala tantangan,” ujarnya.

Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Ana We Bali periode 2026–2029, Philipus Joseph Jaga menyampaikan rasa haru setelah mendengar perjalanan sejarah organisasi yang dibangun oleh para pendahulu.

Ia menekankan pentingnya membangun sense of belonging atau rasa memiliki di kalangan anggota sebagai fondasi utama keberhasilan organisasi.

“Program sebesar apa pun tidak akan berjalan tanpa rasa memiliki. Karena itu, seluruh program ke depan harus berjalan seiring dan bersinergi dengan IKADA Bali sebagai payung organisasi kita,” tegasnya.

Ketua Umum IKADA Bali, Herman Joseph Siu Ngadha, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada kepengurusan Ana We periode 2022–2025 yang dinilai berhasil membangun komunikasi dan sinergi dengan IKADA Bali sehingga Ana We dapat berkembang menjadi organisasi yang semakin kuat dan solid.

Ia juga mengajak seluruh pengurus baru untuk terus berjalan beriringan dengan IKADA Bali dalam menjaga nilai-nilai budaya, persaudaraan, dan identitas masyarakat Ngada di tanah rantau.

“Jika ada kekurangan, itu menjadi kekurangan kita bersama. Jika ada kelebihan, itu menjadi kebanggaan kita bersama. Mari kita jaga ‘go waka’ dan ‘go ngasa’ kita sebagai orang Ngada, sekaligus merawat kebersamaan dengan seluruh anggota yang berasal dari berbagai daerah,” pesannya.

Setelah seluruh rangkaian resmi selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan duduk melingkar dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Tradisi kebersamaan yang menjadi ciri khas Ana We kembali terasa hangat melalui kebersamaan seluruh anggota, orang tua, serta para undangan yang hadir.

Momentum tersebut semakin menegaskan bahwa Ana We bukan sekadar organisasi formal, melainkan rumah bersama bagi para perantau untuk saling menjaga, menguatkan, dan bertumbuh bersama.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru Masa Bakti 2026–2029, diharapkan Ana We semakin kokoh dalam mengemban semangat:

“Berakar pada Budaya, Bertumbuh dalam Kebersamaan, Berkarya untuk Sesama. (SP)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA