Topeng Bondres Jadi Media Pendidikan Karakter, Tim Dharma Duta Bhagavata Indonesia Semarakkan Sima Krama Umat di Banyuwangi

3 minutes reading
Monday, 29 Jun 2026 07:07 6 redaksi

Banyuwangi, radarbalinews.com – Pertunjukan Topeng Bondres yang sarat pesan moral mewarnai kegiatan Sima Krama Umat yang digelar di Pasraman Satya Dharma Santi, Desa Patoman, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang menghadirkan Tim Dharma Duta Bhagavata Indonesia ini mengusung tema “Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Bhagavad Gita Menuju Generasi Hindu Berwawasan Spiritual.”

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah tokoh umat Hindu turut hadir, di antaranya pengurus PHDI, WHDI, Peradah, para guru pasraman, tokoh desa, serta puluhan siswa Pasraman Satya Dharma Santi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan persembahan Tari Panyembrahma yang dibawakan dengan anggun oleh anak-anak pasraman. Iringan tabuh gong dari Peradah tingkat kecamatan semakin menambah semarak suasana penyambutan bagi Tim Dharma Duta Bhagavata Indonesia.

Dalam sambutannya, Dewan Tim Dharma Duta Bhagavata Indonesia, I. Ketut Ardana, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru Pasraman Satya Dharma Santi yang secara tulus membina generasi muda Hindu melalui pendidikan berbasis ajaran Bhagavad Gita.

Menurutnya, pembentukan karakter harus dimulai sejak dini melalui penanaman etika, moral, disiplin, kerendahan hati, serta penguatan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, anak-anak juga dibimbing mempraktikkan pembuatan sarana upakara sederhana dari janur, seperti canang sari, kwangen, dan perlengkapan upacara lainnya.

Tidak hanya itu, penguatan aspek tattwa juga dilakukan melalui pembelajaran dan pembacaan sloka-sloka suci Bhagavad Gita pada setiap pertemuan. Antusiasme para siswa menjadi bukti bahwa pendidikan spiritual mampu dikemas secara menarik dan menyenangkan.

Sementara itu, Bunda Parvati memberikan materi mengenai struktur Weda dengan menjelaskan pembagian Weda menjadi dua kelompok utama, yakni Weda Sruti dan Weda Smerti. Penyampaian materi diselingi lantunan wirama yang memikat sehingga membuat peserta mengikuti sesi tersebut dengan penuh perhatian.


Puncak acara ditandai dengan penampilan Topeng Bondres yang menghibur sekaligus edukatif. Melalui dialog yang jenaka dan penuh humor, para pemain menyisipkan nilai-nilai moral yang bersumber dari ajaran Bhagavad Gita. Gelak tawa penonton berpadu dengan pesan-pesan kehidupan yang mengajak generasi muda untuk disiplin, rendah hati, saling menghormati, serta memperkuat toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam pesan penutupnya, Tim Dharma Duta Bhagavata Indonesia mengajak generasi muda agar memanfaatkan masa muda untuk menimba ilmu pengetahuan sekaligus memperdalam pengetahuan spiritual.

“Selagi masih muda, persiapkan diri dengan belajar ilmu pengetahuan dan pengetahuan spiritual. Taki-takining sewaka guna widya. Disiplin, rendah hati, dan toleransi harus ditanamkan sejak dini agar lahir generasi Hindu yang siap menyongsong Indonesia Emas,” demikian pesan yang disampaikan kepada para peserta.

Tim Dharma Duta Bhagavata Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pasraman-pasraman dalam membangun karakter generasi muda Hindu yang berlandaskan ajaran Weda dan budaya spiritual. Melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan ketulusan, diharapkan lahir generasi suputra dan suputri yang memiliki kecerdasan intelektual, moral, dan spiritual sehingga mampu mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, dan bahagia.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak hanya dapat dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui seni budaya dan pendekatan yang kreatif, sehingga nilai-nilai luhur Bhagavad Gita dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak dan generasi muda Hindu.

 

Red: Irene

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA