Sidang Sinode ke-50 GKPB Resmi Dibuka, Teguhkan Semangat Menjadi Gereja Pembawa Damai

- Wartawan

Tuesday, 30 June 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BADUNG, radarbalinews.com, 30 Juni 2026 – Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) resmi membuka Sidang Sinode ke-50 yang akan berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 di SMK Wira Harapan, Tegal Jaya, Badung. Sidang Sinode tahun ini mengusung tema “Menjadi Gereja Pembawa Damai” dengan subtema “Menyatakan Damai Sejahtera Allah dalam Wujud Kasih yang Saling Merangkul dan Menyembuhkan di Tengah Kehidupan Bergereja dan Bermasyarakat.” 

Tema tersebut menjadi dasar bagi seluruh rangkaian persidangan sekaligus meneguhkan panggilan GKPB untuk terus menghadirkan damai, mempererat persaudaraan, serta mewujudkan kasih Allah di tengah kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penyalaan lilin Theofani yang diiringi alunan nada Gamelan Bali untuk menghantar prosesi penatalayan memasuki ruang ibadah. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Nafthalia Julita Leander, M.Si. Teol. dengan pembacaan Firman Tuhan dari Matius 5:9, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Pemberitaan firman disampaikan melalui fragmen berjudul “Pancaran Damai Dalam Ziarah Kehidupan” yang dipadukan dengan penjelasan melalui layar LCD sehingga seluruh jemaat dapat memahami pesan yang disampaikan. Melalui fragmen tersebut disampaikan bahwa di tengah berbagai perbedaan dan luka kehidupan, harapan akan damai tidak pernah benar-benar padam. Pesan itu dirangkum dalam akronim D.A.M.A.I, yaitu Datang dengan Kasih, Alirkan Pengampunan, Merangkul Sesama, Ambil Bagian Saling Menolong, dan Ikut Menjaga Kerukunan. Seluruh peserta diajak menghidupi damai karena gereja dipanggil menjadi pembawa damai dan menghadirkan damai sejahtera Allah di mana pun berada.
Sidang Sinode ke-50 GKPB secara resmi dibuka olehKetua Sinode GKPB Bishop Si Bagus Herman Suryadi, M.Th dan didampingi Sekretaris Umum, Bendahara, Pemimpin Ibadah, dan Ketua Panitia. Ketua Panitia Pelaksana Pdt. Ni Kadek Suriani, M.Th. dalam laporannya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Gereja atas penyertaan-Nya sehingga seluruh peserta dapat berkumpul mengikuti Sidang Sinode ke-50 GKPB sebagai sebuah “pesta iman” yang membangun dan menguatkan pelayanan gereja.

Ia menyampaikan bahwa panitia pelaksana berjumlah 89 orang, dengan peserta yang terdiri atas 66 undangan, 30 Majelis Sinode, dan 173 utusan, sehingga total peserta mencapai 358 orang. Pendanaan dalam pelaksanaan Sidang Sinode ke-50 didukung oleh Sinode GKPB, lembaga-lembaga di lingkungan GKPB, partisipasi para utusan, serta persembahan khusus dari jemaat dan BPI.


Dalam laporannya, Pdt. Ni Kadek Suriani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Sidang Sinode ke-50 GKPB dapat terselenggara dengan baik.

Sementara itu, Sekretaris Umum GKPB Pdt. I Ketut Eddy Cahyana, M.Th. menyampaikan bahwa Sidang Sinode ke-50 menjadi momentum untuk memperkuat semangat pelayanan gereja dalam mewujudkan tema “Menjadi Gereja Pembawa Damai.” Ia berharap semangat yang tertuang dalam subtema, yakni “Menyatakan Damai Sejahtera Allah dalam Wujud Kasih yang Saling Merangkul dan Menyembuhkan di Tengah Kehidupan Bergereja dan Bermasyarakat,” menjadi pedoman selama persidangan berlangsung sehingga menghasilkan berbagai keputusan dan rekomendasi yang konstruktif bagi kemajuan pelayanan GKPB di masa mendatang.

Sidang Sinode ke-50 GKPB turut dihadiri Majelis Pekerja Harian PGI yang di wakili oleh Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Lenta Enni Simbolon, M.Div., M.Th., Majelis Sinode Harian GKPB, para Bishop Emeritus dan Pendeta Emeritus, para pendeta dan vikaris GKPB, perwakilan pengurus kategorial pusat, kepala departemen, pimpinan lembaga dan yayasan di lingkungan GKPB, kepala bidang, Rektor dan Wakil Rektor Universitas Dhyana Pura, Komisaris, Dirut, dan Direksi PT BPR MBM, Direktur PPLP Dhyana Pura, Direktur PT. Dwicitra Putra Mandiri, Tim Hukum GKPB, Regional Coordinator, South East Asia Regional Office (SEARO) – Uniting World: Ibu dr. Debora Murthy, Gereja Korea Bali, Pdt. You Ho Jong, Love Violin Foundation, Pdt. Doo Gwan Seog, World Outrech, Bpk. Chris Brittain, dan Peserta Sidang Sinode ke 50 GKPB.


Dalam sambutannya mewakili Ketua Umum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon mengatakan bahwa GKPB telah membuktikan komitmennya secara nyata melalui pelayanan yang berdampak, termasuk dalam mengimplementasikan eko
teologi sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian bumi. Menurutnya, PGI bersama gereja-gereja lain di Indonesia banyak belajar dan terinspirasi dari komitmen tersebut.

 Ia berharap Sidang Sinode ke-50 semakin memperkuat komitmen GKPB dalam gerakan oikoumene, memperdalam teologi kontekstual, serta meneguhkan panggilannya sebagai gereja yang terus membawa damai.

“PGI menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada GKPB atas dedikasi dan kontribusinya dalam gerakan oikoumene di Indonesia. Semoga damai sejahtera Allah senantiasa menyertai perjalanan GKPB sehingga setiap rekomendasi yang dihasilkan dalam persidangan ini menjadi berkat bagi jemaat, masyarakat, serta turut menjaga keutuhan seluruh ciptaan Allah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga ditayangkan video ucapan dari mitra internasional GKPB sebagai bentuk dukungan dan doa bagi pelaksanaan Sidang Sinode ke-50. Ucapan disampaikan oleh Rev. Carissa Suli, President Uniting Church in Australia (UCA); Rev. Angela Heidler selaku Moderator dan Rev. Klaus Gutwein selaku Pastor dari Freiburg Church; Rev. John Woo, Chairman Kyunggi North Presbytery – Presbyterian Church in the Republic of Korea (PROK); Ps. Rick Brewer, Senior Pastor Faith Family Church; Pdt. Yo Hojong dari Bali Korea Church; Archbishop Ric Thorpe dari Anglican Diocese of Melbourne; serta perwakilan Evangelical Mission in Solidarity (EMS), yakni Rev. Dr. Dieter Heidtman selaku General Secretary EMS dan Rev. Djoko P.A. Wibowo selaku Liaison Secretary Indonesia.

Seluruh rangkaian ibadah pembukaan berlangsung dengan hikmat dan penuh sukacita, kemudian ditutup dengan pengutusan dan berkat yang disampaikan oleh Bishop yang didampingi  pemimpin ibadah.

Sidang Sinode ke-50 GKPB selanjutnya akan berlanjut dengan berbagai agenda persidangan hingga penutupan pada 2 Juli 2026. Ketua Panitia Pelaksana Pdt. Ni Kadek Suriani, M.Th. berharap seluruh proses persidangan berjalan dalam tuntunan Roh Kudus sehingga setiap keputusan yang dihasilkan dapat membawa kemuliaan bagi Tuhan serta semakin memperkuat pelayanan GKPB bagi gereja, masyarakat, dan seluruh ciptaan.

 

Red: Irene

Berita Terkait

Sinergi Kuatkan Keamanan, Polsek Kota Polres Bangli Salurkan Sarana Kontak di Banjar Gancan.

Berita Terkait

Tuesday, 7 July 2026 - 15:13 WIB

Hashim Sebut Penguatan Polhut Tarik Perhatian Prince William

Tuesday, 7 July 2026 - 13:04 WIB

Ikatan Keluarga Tana Righu Bali  Gelar Pelantikan  Pengurus Masa Bakti 2026-2029,Yosua Umbu Kaleka Resmi Dikukuhkan Jadi Ketua Umum.

Tuesday, 7 July 2026 - 11:50 WIB

Polda Bali Gelar Apel Kesiapan Ops Gapura Agung III, Amankan Pertemuan Internasional Transboundary Haze Pollution ke-27 di Nusa Dua.

Tuesday, 7 July 2026 - 11:46 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bali Gelar Penampilan Wayang Cenk Blong.

Tuesday, 7 July 2026 - 11:02 WIB

Menko Pangan Menyampaikan Regulasi Menhut Raja Juli Percepat Perdagangan Karbon Kehutanan.

Tuesday, 7 July 2026 - 09:40 WIB

Tuesday, 7 July 2026 - 07:19 WIB

Tuesday, 7 July 2026 - 06:51 WIB

Menhut Sampaikan Kepemimpinan Presiden Prabowo Wujudkan Perdagangan Karbon Kehutanan.

Berita Terbaru

Berita

Hashim Sebut Penguatan Polhut Tarik Perhatian Prince William

Tuesday, 7 Jul 2026 - 15:13 WIB