Polres Bangli – Polsek Kintamani bersama instansi terkait melakukan langkah penanganan terhadap seorang warga yang diduga mengalami gangguan jiwa dan mengurung diri di dalam rumah di Banjar/Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Senin (6/7).
Penanganan dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari keluarga terkait kondisi I Komang Darsana (52) yang diduga mengalami gangguan jiwa. Selama dua hari terakhir, yang bersangkutan mengurung diri di dalam rumah, membawa sebilah sabit, serta melakukan siaran langsung (live) di media sosial TikTok dengan konten yang dikhawatirkan dapat memicu keresahan dan reaksi negatif di tengah masyarakat.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Kintamani yang dipimpin Panit I Reskrim Ipda Ketut Sudiarta, SH bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangli, Linmas, tenaga dari Rumah Sakit Jiwa, perangkat desa, dan warga setempat mendatangi lokasi untuk melakukan upaya persuasif serta berencana mengevakuasi yang bersangkutan agar dapat memperoleh perawatan medis.
Namun, hingga proses penanganan berlangsung, I Komang Darsana tetap menolak keluar dari rumah dan memilih bertahan di dalam kamar. Upaya pendekatan secara humanis yang dilakukan petugas maupun keluarga belum membuahkan hasil. Bahkan, kebutuhan makan dan minum yang diberikan keluarga juga ditolak karena yang bersangkutan menganggap makanan tersebut telah diberi racun.
Sebagai langkah antisipasi agar tidak kembali membuat siaran langsung yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat, pihak keluarga memutus akses internet (Wi-Fi) di rumah. Saat ini, kondisi yang bersangkutan terpantau cukup tenang dan masih berada di dalam kamar.
Pihak keluarga bersama perangkat Desa Sukawana terus berkoordinasi dengan Polsek Kintamani dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta mencari waktu yang tepat guna membawa I Komang Darsana ke rumah sakit jiwa agar memperoleh penanganan medis secara profesional.
Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja Rimbawa, S.H., M.H. mengatakan bahwa Polsek Kintamani mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani kasus tersebut dengan mengutamakan keselamatan semua pihak.
“Kami bersama instansi terkait terus melakukan langkah persuasif dan pengawasan guna memastikan situasi tetap aman serta mencegah hal-hal yang dapat membahayakan diri yang bersangkutan maupun masyarakat sekitar. Penanganan akan terus dilakukan dengan mengedepankan sisi kemanusiaan agar yang bersangkutan dapat segera memperoleh perawatan medis yang diperlukan,” ujar Kapolsek Kintamani.
Situasi di lokasi hingga saat ini tetap kondusif. Personel Polsek Kintamani bersama pemerintah desa dan instansi terkait masih melakukan pemantauan untuk memastikan keamanan lingkungan serta mencegah timbulnya keresahan di tengah masyarakat.
Red: Bram.s






