Pendidikan Kebangsaan dan Konfertak VI AMP KK Bali Perkuat Persatuan dan Peran Mahasiswa Papua dalam Bingkai NKRI

3 minutes reading
Monday, 31 Aug 2026 20:20 8 redaksi

Denpasar, radarbalinews.com – Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali menggelar Pendidikan Kebangsaan dan Konferensi Organisasi (Konfertak) ke-VI pada 29–30 Agustus 2026 di Bali. Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus regenerasi kepengurusan untuk memperkuat persatuan, solidaritas, dan kontribusi mahasiswa Papua dalam kehidupan bermasyarakat serta pembangunan bangsa.

Kegiatan Pendidikan Kebangsaan diikuti sebanyak 51 peserta. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, pentingnya persatuan dan kesatuan, kehidupan demokratis, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Selain memperkuat pemahaman kebangsaan, kegiatan tersebut juga mendorong mahasiswa Papua untuk terus mengembangkan kapasitas diri, meningkatkan prestasi akademik, serta berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia.

Regenerasi Kepengurusan

Rangkaian Konfertak VI juga menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi melalui pemilihan kepengurusan baru AMP Komite Kota Bali.

Proses pemilihan dilakukan secara kolektif, terbuka, demokratis, dan bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip musyawarah, persaudaraan, serta persatuan. Mekanisme tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kepengurusan baru dalam menjalankan roda organisasi secara konstruktif dan bertanggung jawab.

Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadikan AMP Komite Kota Bali sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa Papua di Bali, sekaligus memperkuat solidaritas, mendorong prestasi akademik, dan membangun kontribusi nyata bagi masyarakat Papua maupun Indonesia.

Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Melalui Pendidikan Kebangsaan dan Konfertak VI, AMP Komite Kota Bali menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman serta membangun kehidupan organisasi yang mengedepankan dialog, demokrasi, toleransi, dan penyelesaian persoalan secara damai.

Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui sikap untuk:

1. Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
2. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
3. Memperkuat persaudaraan dan persatuan antarsesama anak bangsa.
4. Menolak segala bentuk perpecahan, kekerasan, dan konflik.
5. Menjunjung tinggi demokrasi, toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan.
6. Mendorong kemajuan Papua melalui pendidikan, persatuan, dan kerja nyata.

Dalam perspektif kebangsaan, pembangunan Papua membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda dan mahasiswa. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses pendidikan, penguatan solidaritas sosial, serta keterlibatan generasi muda dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan Papua.

Mahasiswa Papua di Bali diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan, prestasi, dan pengalaman organisasi sebagai bekal untuk memberikan kontribusi ketika kembali maupun ketika berkiprah di tengah masyarakat.

Konfertak VI AMP Komite Kota Bali sekaligus diharapkan menjadi momentum untuk membangun organisasi yang lebih solid, terbuka, demokratis, dan mampu melahirkan berbagai kegiatan konstruktif bagi mahasiswa serta masyarakat.

Semangat tersebut dirangkum dalam pesan kebangsaan:

SALAM PERSATUAN!
SALAM KEBANGSAAN!
PANCASILA JIWA BANGSA!
BHINNEKA TUNGGAL IKA!
NKRI HARGA MATI!

Bersatu dalam keberagaman, bersama membangun Papua, untuk Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera.(Tim)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA