Denpasar, radarbalinews.com – Kepemimpinan tidak boleh berhenti pada kemampuan memberi arah atau menggunakan kewenangan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan, menjaga persatuan, dan hadir memberikan solusi ketika masyarakat membutuhkan.

Pesan itu disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. saat menjadi keynote speaker pada pembukaan Kingdom Leadership Conference di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Lembah Pujian, Jalan Antasura, Denpasar, Selasa (1/9/2026).
Kapolda Bali hadir bersama Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol. Alfonso Doly Gelbert Sinaga, S.I.K., dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H.
Di hadapan para peserta konferensi, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada Gereja Bethel Indonesia Bali atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pembahasan mengenai kepemimpinan semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat.

“Pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan untuk mengarahkan orang lain, tetapi harus mampu menjadi teladan, melayani, membangun persatuan, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat,” kata Kapolda Bali.
Menurutnya, tantangan kepemimpinan saat ini tidak hanya membutuhkan kecakapan, tetapi juga integritas dan karakter yang kuat.
“Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam kompetensi, tetapi juga kokoh dalam integritas, karakter, dan nilai-nilai moral,” tegasnya.
Kapolda yang merupakan lulusan Akpol 1991 itu kemudian mengaitkan kepemimpinan dengan kehidupan sosial masyarakat. Ia menyebut nilai-nilai kekristenan seperti kasih, pengampunan, kepedulian, kejujuran, dan pelayanan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam konteks Bali, semangat tersebut, menurut Kapolda, dapat berjalan seiring dengan nilai menyama braya yang menempatkan kebersamaan dan saling menghormati sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
“Indonesia, khususnya Bali, adalah rumah bersama. Bali bukan hanya milik satu kelompok, satu agama, atau satu komunitas. Bali adalah ruang kehidupan yang harus dijaga bersama dengan semangat menyama braya, saling menghormati, dan saling membantu,” ujarnya.
Kapolda juga menyoroti tantangan yang muncul akibat perkembangan media sosial dan derasnya arus informasi.
Menurutnya, pemimpin agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan ruang publik tidak dipenuhi hoaks, ujaran kebencian, provokasi, intoleransi, maupun polarisasi sosial.
Karena itu, ia mengajak para pemimpin gereja, tokoh agama, pemuda, dan seluruh jemaat untuk tidak sekedar menjadi pemimpin di lingkungan masing-masing, tetapi juga menjadi pelopor perdamaian dan perekat persatuan.
“Saya berharap kegiatan Kingdom Leadership Conference ini tidak berhenti pada peningkatan kapasitas kepemimpinan secara pribadi, tetapi juga menghasilkan pemimpin-pemimpin yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemimpin yang mampu menjawab persoalan zaman. Pemimpin yang hadir ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, pemimpin yang dibutuhkan masyarakat adalah sosok yang mampu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Pemimpin yang mengutamakan kepentingan bersama dan yang paling penting, pemimpin yang memimpin dengan keteladanan dan kasih,” sambung Kapolda.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri.
Kondisi keamanan yang aman dan kondusif, kata Kapolda, membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Karena itu, Polda Bali terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk Gereja Bethel Indonesia.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Kapolda menyatakan kesiapan untuk terus membangun sinergi dengan Gereja Bethel Indonesia dan seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan Bali yang aman, damai, toleran, sejahtera, dan kondusif.
Upaya tersebut dinilai penting agar Bali tidak hanya tetap dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga menjadi rumah yang nyaman bagi masyarakat yang hidup di dalamnya.
Menutup sambutannya, Kapolda berharap Kingdom Leadership Conference mampu melahirkan lebih banyak pemimpin yang memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat.
Ia menyebut sosok tersebut sebagai Kingdom Leaders yang mampu menjadi terang dan teladan.
“Mari kita wujudkan kepemimpinan yang bukan sekedar power to lead atau kekuatan untuk memimpin, tetapi character to inspire and courage to serve atau karakter untuk menginspirasi dan keberanian untuk melayani,” tegas Kapolda.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 Wita tersebut turut dihadiri Bimas Kristen Provinsi Bali, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Bali, Ketua Persatuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia Bali, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja dan Pelayanan Pentakosta di Indonesia Bali.(PR)
No Comments