radarbalinews.com — Senja Ramadan di Masjid Cut Meutia terasa berbeda. Di sudut pelataran, pelaku usaha ultra mikro menyajikan kopi dan matcha gratis untuk jamaah berbuka. Mereka bukan barista profesional, melainkan mitra program UMiMAX yang pernah terpuruk, kini bangkit menata hidup.
Program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX) yang digagas PT Pertamina (Persero) menyasar korban PHK dan masyarakat ekonomi lemah agar bisa memulai usaha. Bantuan diberikan dalam bentuk peralatan dan pendampingan usaha.
Salah satu penerima manfaat, Ahmad Gojali (38), mengaku sempat kehilangan pekerjaan dan bertahan sebagai tukang parkir dengan penghasilan pas-pasan. Setelah mendapat dukungan UMiMAX, ia merintis usaha kopi keliling. Kini penghasilannya naik menjadi sekitar Rp3 juta per bulan.
“Bukan cuma pendapatan yang berubah, tapi rasa percaya diri saya,” ujarnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut sejak diluncurkan akhir 2025, UMiMAX telah menjangkau 168 penerima manfaat dengan total dana hibah lebih dari Rp1,17 miliar. Perputaran omzet mitra tercatat menembus Rp1,15 miliar dengan laba lebih dari Rp416 juta.
Khusus Ramadan ini, mitra UMiMAX membagikan lebih dari 15 ribu gelas kopi dan matcha gratis di Masjid Cut Meutia. Bagi mereka, usaha yang lahir dari keterpaksaan kini menjadi sarana berbagi.
Pertamina menegaskan UMiMAX bukan sekadar bantuan modal, tetapi ekosistem pemberdayaan berkelanjutan untuk mengembalikan kemandirian ekonomi masyarakat rentan. Di balik setiap gerobak yang kembali beroperasi, ada keluarga yang kembali memiliki harapan.






