Denpasar, radarbalinews.com – Pengurus dan umat Hindu melaksanakan piodalan di Pura Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dengan penuh khidmat dan rasa kebersamaan. Piodalan yang merupakan hari suci peringatan berdirinya pura tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan sradha (keyakinan) dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, S.H., menyampaikan bahwa piodalan tidak hanya menjadi sarana persembahyangan, tetapi juga momentum untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
“Piodalan mengingatkan kita untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh dalam pelaksanaan piodalan menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan umat Hindu di Bali. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, umat diajak untuk terus menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.
Rangkaian piodalan diisi dengan persembahyangan bersama, pemujaan, serta penyampaian dharma wacana yang mengajak umat untuk semakin memahami makna spiritual dari setiap pelaksanaan yadnya. Suasana penuh kekeluargaan tampak dalam keterlibatan pengurus dan umat yang bergotong royong menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
I Nyoman Kenak berharap momentum piodalan dapat menjadi penguat semangat umat Hindu dalam menjalankan kehidupan beragama secara baik dan benar, sekaligus memperkokoh persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Semoga melalui piodalan ini, umat Hindu senantiasa memperoleh tuntunan, kerahayuan, dan kekuatan spiritual dalam menjalani kehidupan, serta terus menjaga persatuan dan keharmonisan di Bali,” pungkasnya.
Piodalan di Pura PHDI Bali berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh kekhusyukan sebagai wujud bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Red: Irene






