BADUNG, radarbalinews.com – Kericuhan yang terjadi di kawasan The Umalas Signature, Jalan Bumbak, Kuta Utara, Badung, Jumat (3/7/2026), menjadi perhatian publik setelah video dan informasi mengenai peristiwa tersebut beredar luas di media sosial. Insiden yang diduga melibatkan sekelompok orang dalam sengketa pengelolaan proyek itu turut disaksikan oleh Rm. Jonathan Soeharto, S.H., M.Th., C.Med., yang saat itu sedang melintas bersama keluarganya.

Melihat situasi yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, Jonathan segera menghubungi aparat kepolisian, termasuk Bhabinkamtibmas wilayah setempat, agar dilakukan langkah pengamanan.
Menurut Jonathan, penyelesaian setiap sengketa harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan yang mengarah pada intimidasi maupun aksi premanisme.
“Bali merupakan daerah yang menjunjung tinggi kedamaian, hukum, dan nilai-nilai budaya. Saya berharap setiap persoalan diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Jonathan.

Jonathan yang saat ini menjabat sebagai Wanhat HIPAKAD Kodam IX/Udayana Bali, Wanhat FBN Kementerian Pertahanan RI Provinsi Bali, sekaligus Ketua IARMI Shooting Club (ISHC) Denpasar, menilai keamanan merupakan faktor utama yang harus dijaga demi keberlangsungan pariwisata dan iklim investasi di Pulau Dewata.
Ia mengaku prihatin apabila terdapat pihak-pihak yang menggunakan cara-cara di luar koridor hukum untuk menyelesaikan persoalan perdata maupun bisnis.
Menurutnya, tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum tidak boleh dibiarkan karena dapat menciptakan rasa tidak aman di tengah masyarakat dan memberikan citra negatif terhadap Bali sebagai destinasi wisata dunia.
“Premanisme dalam bentuk apa pun tidak boleh mendapat ruang. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan wajib menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.
Merespons laporan yang diterima, jajaran Polsek Kuta Utara bersama personel Polres Badung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Kehadiran aparat membuat situasi dapat dikendalikan sehingga aktivitas di kawasan tersebut kembali berlangsung normal.
Jonathan memberikan apresiasi atas respons cepat aparat kepolisian yang dinilainya mampu mencegah potensi konflik berkembang lebih luas.
“Saya mengapresiasi Kapolres Badung beserta jajaran, Kasat Intelkam, Kapolsek Kuta Utara, Bhabinkamtibmas, dan seluruh personel yang bergerak cepat menjaga situasi tetap kondusif. Kecepatan respons aparat sangat penting agar masyarakat merasa aman,” katanya.
Ia juga berharap kepolisian mengusut tuntas setiap dugaan pelanggaran hukum secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
Diketahui, peristiwa tersebut berkaitan dengan sengketa pengelolaan proyek The Umalas yang saat ini masih berproses melalui jalur hukum. Atas insiden tersebut, laporan juga telah disampaikan kepada pihak kepolisian dan kini masih dalam penanganan aparat.
Jonathan mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh suasana.
“Mari kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Bali harus tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat, wisatawan, maupun para investor. Kepastian hukum adalah kunci menjaga kepercayaan terhadap Bali,” pungkasnya.
Red: Irene
No Comments