Ekonom Konstitusi: Evaluasi Kebijakan MBG Harus Komprehensif dan Lintas Sektoral

- Author

Saturday, 18 July 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, radarbalinews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah bahkan berencana melakukan perbaikan, khususnya terkait evaluasi alokasi anggaran per porsi agar kandungan gizi yang diterima kelompok sasaran lebih optimal.

​Menanggapi hal tersebut, Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, memberikan apresiasi atas langkah koreksi yang diambil pemerintah.

Menurutnya, penyesuaian porsi merupakan langkah krusial agar manfaat gizi bagi masyarakat dapat dirasakan secara maksimal.

​”Koreksi atas per porsi MBG ini patut diapresiasi supaya jumlahnya lebih layak bagi kelompok penerima manfaat, sehingga kandungan gizi yang didapatkan menjadi optimal,” ujar Defiyan dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

​Namun, Defiyan menekankan bahwa perbaikan tidak bisa hanya berhenti pada sisi anggaran. Ia menyoroti pentingnya seleksi ketat dalam pemilihan mitra dan penempatan lokasi penyaluran.

Masih Defiyan, proses seleksi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dievaluasi secara total untuk menjamin kualitas layanan.

​Optimalkan Peran Sekolah

​Lebih lanjut, Defiyan mendorong agar pelibatan pihak sekolah dalam ekosistem MBG dapat diutamakan. Dengan melibatkan sekolah secara aktif, komitmen untuk menyukseskan program ini tidak hanya datang dari pusat, tetapi juga dari unit pendidikan di lapangan.

​”Melalui cara ini, sekolah-sekolah akan memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kebijakan pemerintah.

Keberlanjutan program MBG lebih bisa dipastikan dibandingkan jika hanya menjadi program temporer atau politis berjangka pendek,” tegasnya.

​Ia menegaskan, pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah kurang mampu, ibu hamil, serta kelompok masyarakat miskin harus dilakukan secara komprehensif. Tanggung jawab ini, kata Defiyan, tidak boleh hanya dibebankan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) semata.

​Sinergi Lintas Sektoral

​Defiyan menyoroti pentingnya koordinasi yang lebih solid antar-kementerian dan lembaga teknis terkait. Menurutnya, program strategis seperti MBG memerlukan keterlibatan aktif Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Sosial.

​”Alokasi anggaran bagi program MBG harus menjadi tanggung jawab lintas sektoral. Dengan begitu, Kementerian atau Lembaga terkait dapat mengantisipasi sejak dini segala potensi penyimpangan pelaksanaan di lokasi sasaran,” jelasnya.

​Defiyan menambahkan, bahwa pengawasan yang melekat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing kementerian sangat penting untuk memitigasi risiko di lapangan. Ia meyakini, melalui koordinasi pengawasan yang ketat dari Kemendikdasmen, Kemenkes, dan Kemensos, kasus-kasus seperti keracunan makanan yang sempat terjadi dapat diminimalisir di masa depan.

​”Koordinasi dan pengawasan melekat adalah kunci. Jika lintas sektoral ini bekerja maksimal sesuai fungsinya, maka efektivitas dan keamanan program MBG akan jauh lebih terjaga,” pungkasnya.

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

Reporter : Edo Lembang

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres Jajaran, Penyegaran Organisasi Perkuat Pelayanan Masyarakat
Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pengedar Narkotika Jenis Tembakau Sintetis
Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Kawasan Kalibaru Perkuat Sinergi dengan Bank Sampah Germapin untuk Wujudkan Kamtibmas yang Kondusif
King Naga : Penanganan Polda Banten Diduga Tak Akan Netral, Desak Ketua DPRD Lebak Mundur Sementara Agar Tidak Ada Intervensi Politik
Rakernas dan Kejurnas Cabor Savate Siap Digelar, FSI Bali Lakukan Kunjungan Kerja di Dua Lokasi Berbeda
Sedang Mengurus Urusan Pertanahan di Tabanan? Cari Tahu Biayanya Secara Transparan
Jelang Ngaben Masal, Bhabinkamtibmas Desa Bunutin Sambangi Warga Guliang Kawan dan Sampaikan Pesan Kamtibmas
Polres Tabanan Ungkap Perkembangan Kasus Penganiayaan Berat di Baturiti, Lima Tersangka Telah Diamankan.
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 05:28 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres Jajaran, Penyegaran Organisasi Perkuat Pelayanan Masyarakat

Tuesday, 28 July 2026 - 05:27 WIB

Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pengedar Narkotika Jenis Tembakau Sintetis

Tuesday, 28 July 2026 - 03:54 WIB

Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Kawasan Kalibaru Perkuat Sinergi dengan Bank Sampah Germapin untuk Wujudkan Kamtibmas yang Kondusif

Tuesday, 28 July 2026 - 03:32 WIB

King Naga : Penanganan Polda Banten Diduga Tak Akan Netral, Desak Ketua DPRD Lebak Mundur Sementara Agar Tidak Ada Intervensi Politik

Tuesday, 28 July 2026 - 03:30 WIB

Rakernas dan Kejurnas Cabor Savate Siap Digelar, FSI Bali Lakukan Kunjungan Kerja di Dua Lokasi Berbeda

Monday, 27 July 2026 - 13:23 WIB

Jelang Ngaben Masal, Bhabinkamtibmas Desa Bunutin Sambangi Warga Guliang Kawan dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Monday, 27 July 2026 - 11:51 WIB

Polres Tabanan Ungkap Perkembangan Kasus Penganiayaan Berat di Baturiti, Lima Tersangka Telah Diamankan.

Thursday, 23 July 2026 - 10:39 WIB

Puluhan Hektare Sawah di Lanskap Warisan Dunia Jatiluwih Terancam Kehilangan Pasokan Air, Warga Harapkan Atensi Pemerintah

Berita Terbaru