Denpasar, radarbalinews.com – Kepemimpinan dan ketekunan Wayan Sanditya D. I. sebagai leader team turut mengantarkan tim SMA Negeri 1 Denpasar meraih prestasi internasional dalam World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di SEGi University, Malaysia, pada 20–23 September 2026. Mengusung inovasi gel pereda jerawat berbahan alami, tim ini berhasil membawa pulang Gold Medal kategori Environmental Science dan Special Award.

Pencapaian tersebut merupakan hasil penelitian selama kurang lebih sembilan bulan yang dimulai sejak Januari 2026. Wayan Sanditya D. I. bersama empat anggota tim lainnya mengembangkan inovasi berbahan daun pandan dan bunga teratai, dengan gagasan pemanfaatan bahan alami yang berkaitan dengan sisa upakara di Bali sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai guna bahan yang berpotensi menjadi limbah.
Sebagai pemimpin tim, Wayan berperan dalam dinamika koordinasi dan kolaborasi selama proses penelitian. Tantangan berupa percobaan pembuatan gel yang beberapa kali mengalami kegagalan, perbedaan jadwal sekolah, serta persiapan kompetisi menuntut kekompakan dan konsistensi seluruh anggota untuk menuntaskan penelitian hingga siap dipresentasikan di tingkat internasional.
Perjalanan menuju kompetisi juga mencakup penyusunan karya tulis ilmiah, pengembangan produk, pembuatan poster, hingga persiapan stan pameran. Setelah mendaftarkan karya pada 30 Juli 2026 dan mengumpulkan karya tulis pada 6 Agustus 2026, tim melanjutkan persiapan untuk menghadapi penjurian yang berlangsung pada 21 September 2026.

Dalam kompetisi yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) tersebut, tim mempresentasikan inovasi sekaligus menjelaskan gagasan pemanfaatan bahan alami sebagai pendekatan yang menghubungkan penelitian ilmiah dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kerja keras mereka berbuah dua penghargaan yang diumumkan pada 23 September 2026.
Keberhasilan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan dalam menjaga arah kerja, membangun komunikasi, dan mempertahankan semangat tim ketika menghadapi kendala. Peran Wayan Sanditya D. I. sebagai leader team menjadi bagian dari perjalanan kolektif yang melibatkan kontribusi seluruh anggota, yakni I Gusti Ngurah Agung Adi Mahayasa, Komang Pranacita Kartajaya, Praha Prema Sudana, dan Putu Hayumi Mutiara Maghany Kumiawan, dengan pendampingan guru pembina Luh Asri Martani, S.Pd.
Lebih dari sekadar medali, pengalaman ini menjadi pembelajaran bagi para siswa untuk mengembangkan tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan keberanian mengubah gagasan menjadi karya nyata. Tim juga mengajak siswa SMA Negeri 1 Denpasar agar tidak ragu berinovasi dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.
“Jangan ragu untuk berkreasi dan mengubah ide menjadi karya nyata, sekecil apa pun idenya. Kegigihan dan kerja sama tim jauh lebih berharga daripada sekadar kemenangan. Semoga semua terus berkarya dan membanggakan sekolah kita!” ungkap tim.
Prestasi di WICE 2026 menjadi bukti bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dikembangkan melalui penelitian yang terarah dan kolaboratif. Bagi Wayan Sanditya D. I. bersama rekan-rekannya, capaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat kepemimpinan generasi muda, dan menghasilkan inovasi yang berpotensi memberi manfaat bagi masyarakat.
(Irene)
No Comments