Denpasar, Radarbalinews.com — Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar menggelar peringatan Dies Natalis ke-47 sekaligus Wisuda Sarjana ke-43 STIMI Handayani Tahun 2026 di Sanur, Bali. Acara tersebut mengukuhkan 59 lulusan dari enam konsentrasi: Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Perkantoran, Manajemen Bisnis Pariwisata, serta Diploma III Sekretaris.


Acara dihadiri jajaran LLDikti Wilayah VIII, pengurus yayasan, pimpinan perguruan tinggi, dosen, keluarga wisudawan, dan tamu undangan.

Pengetahuan Sebagai Aset Masa Depan
Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar sekaligus Badan Penyelenggara STIMI Handayani, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.Hum., mengajak seluruh civitas akademika dan lulusan untuk kembali menggemakan semboyan kampus, Satyam Vidyam Jayate, yang berarti “Kebenaran Pengetahuan yang Akan Menang.”
Menurut Dr. Radendra, pengetahuan sejati tidak hanya diukur dari gelar akademik, tetapi juga dari sikap sebagai pembelajar yang rendah hati, terbuka terhadap perbedaan, serta berlandaskan metode ilmiah.
“Yang terpenting adalah sikap sebagai pembelajar — selalu ingin belajar, rendah hati, tidak merasa paling pintar atau paling benar, tetapi tetap terbuka terhadap kebenaran versi lain. Pengetahuan dengan metode ilmiah membutuhkan sikap terbuka dan tidak bersikap apriori maupun berprasangka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kemenangan melalui pengetahuan bukan sekadar keunggulan pribadi, melainkan kemampuan memberi manfaat bagi lingkungan, sesama, bangsa, negara, hingga peradaban dunia.
Kecerdasan Artifisial adalah Keniscayaan
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Radendra menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Ia menyebut AI sebagai aset baru yang semakin prospektif dan berpotensi menjadi sumber daya strategis di masa depan.
“Kita tidak ingin hanya menambah antrean pencari kerja, tetapi kalau bisa mereka menjadi pencipta lapangan kerja, salah satunya dengan pemanfaatan kecerdasan artifisial,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan AI bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan keniscayaan. Karena itu, STIMI Handayani telah mengadaptasikan tren tersebut ke dalam kurikulum pembelajaran agar mahasiswa dan lulusannya memiliki kecakapan digital yang relevan dengan dunia kerja dan kewirausahaan.
“Jangan sampai kita menjadi gagap, tertinggal, atau mengatakan ini urusan anak IT, urusan orang yang bisa coding. Ini milik semua; teknologi diciptakan untuk kita semua dan dapat dikontribusikan untuk kemaslahatan umat manusia,” tegasnya.
Memberdayakan Lulusan Melalui Kewirausahaan
Sejalan dengan makna “Handayani” yang berarti pemberdayaan, STIMI Handayani berkomitmen menghadirkan pendidikan yang aplikatif dan bermanfaat bagi kehidupan nyata. Ketua STIMI Handayani, Dr. Dra. Ni Ketut Karwini, M.M., menyampaikan bahwa kampus juga membekali mahasiswa dengan jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Di kampus kami sudah menyiapkan inkubator bisnis sebagai wadah persiapan mahasiswa untuk bisa belajar mandiri,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata, STIMI Handayani memfasilitasi mahasiswa mengikuti Pameran Inkubator yang diselenggarakan LLDikti Wilayah VIII Bali dan NTB. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menjual produk, termasuk kain dan kerajinan tangan, sebagai simulasi praktik kewirausahaan.
“Kami memberikan pemahaman kewirausahaan kepada mahasiswa agar mereka tidak hanya menyiapkan diri sebagai pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” tutup Dr. Karwini.
Penguatan Mutu dan Pengembangan Kampus
Sebagai Kampus Ahlinya Ilmu Manajemen, STIMI Handayani terus berbenah meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran demi kenyamanan serta mutu akademik. Pihak kampus juga menjajaki pembukaan program studi baru untuk menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin cepat.
Acara ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang mempercayakan pendidikan tinggi di STIMI Handayani, serta harapan agar setiap langkah positif kampus, mahasiswa, dan lulusan senantiasa dirahmati Tuhan Yang Maha Esa. (hw)
No Comments